MUI Dorong Sertifikasi Halal ASEAN

Jakarta (ANTARA) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus mendorong upaya mewujudkan standar halal ASEAN, karena banyaknya manfaat yang dapat diambil.

“Kami terus mengupayakan terealisasinya ini, memang harus bertahap. Namun dengan dukungan semua pihak dan satu keinginan kuat dari lembaga halal di ASEAN ini, tentunya satu standar halal ASEAN akan dapat terwujud dalam waktu dekat,” tegas Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam di Jakarta, Kamis.Keuntungan yang didapat antara lain adanya satu identitas di mata dunia bahwa banyak produk halal dari kawasan Asia Tenggara yang akan semakin membuat umat nyaman dalam mengkonsumsi produk pangan dan minuman, katanya.”Selain itu, tentunya satu standar produk halal ASEAN, akan semakin mendorong produsen untuk menghasilkan produk pangan yang kompetitif di dunia internasional,” tegas Ichwan Syam. Salah satu faktor yang akan mempermudah terwujudnya satu standar halal ASEAN ini adalah bahwa sebagian besar negara di kawasan Asia Tenggara menggunakan mazhab Syafii.Tetapi usaha untuk menyatukannya tetap harus dilakukan, maka Indonesia pun memberanikan diri mengajukan satu standar yang akan diberlakukan bersama di wilayah negara-negara anggota ASEAN.Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan lembaga sertifikasi halal se-ASEAN yang dilakukan di Jakarta pada pekan lalu dengan tema “Harmonization of Halal Standard Among Halal Certifying Bodies In ASEAN Region”.Pertemuan yang terselenggara hari Kamis bukan berarti berjalan mulus, karena masing-masing negara telah memiliki standar kehalalan masing-masing yang telah diwujudkan dan disetujui pemerintah, katanya.

Tidak mudah

Ichwan Syam menjelaskan bahwa ini memang bukan pekerjaan mudah. Pasalnya standar yang digunakan di berbagai negara berbeda-beda. Ia mencontohkan di Brunei yang sampai saat ini belum menerima stunning atau pemingsanan binatang sebelum disembelih.

Namun di luar berbagai perbedaan yang ada, disadari perbedaan standar yang dilaksanakan di negara-negara tersebut tidak lagi efektif apalagi di tengah perdagangan bebas yang akan dihadapi di tahun 2010 mendatang. Sehingga kesatuan standar pun harus tetap digagas.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bahagian Kawalan Makanan Halal Jabatan Hal Ehwal Kementrian Hal Ehwal Ugama Negara Brunei Darussalam,Halal Industry Development Corporation Sdn Bhd (HDC), Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Islamic Da`wah Council of The Philipines (IDCP), The Central Islamic Commette of Thailand (CICOT), dan Majlis Ugama Islam Singapore (MUIS).

Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim sebelumnya mengungkapkan bahwa lembaga halal di ASEAN sangat antusias dan memiliki semangat yang sama dalam upaya mewujudkan itu.

Mereka memang benar-benar mengakui kredibilitas dan keberadaan LPPOM MUI selama ini, tandas Lukmanul.

Ditambahkannya, dari hasil pertemuan tersebut, terbentuk kelompok kerja atau “working group” yang bertugas membahas secara detil dalam upaya harmonisasi bidang fatwa dan standar halal.

Hasil kerja “working group” ini menurut Lukmanul nantinya akan dibawa dalam forum pertemuan berikutnya pada April tahun depan di Thailand. Diakui Lukmanul bahwa rencana satu standar halal ASEAN ini berangkat dari keprihatinan bersama terhadap sertifikasi halal di negara-negara Eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: