AHAD-NET , Sebuah Universitas Kehidupan

 

 

 

1996. Tepatnya 1 Januari 1996. Lahirlah sebuah MLM Syariah. Pertama di Indonesia. Pertama di dunia. Banyak orang terhenyak. Orang yang berhati-hati bertanya-tanya: “Benarkah MLM mampu sejalan dengan nilai-nilai syariah Islam?” Orang yang berpandangan negatif berkata: “Kalau mau berdagang, jangan jual ayat deh…” Sementara sebagian besar lainnya mengatakan: “Ini yang saya cari dari dulu,” “Kenapa nggak dari dulu ada MLM Syariah?,” “Ini sih bukan hanya berdagang, tapi JIHAD!!,” dan banyak lagi komentar positif yang kami terima. Itulah motivasi kuat yang mendorong semakin cepatnya AHAD-Net tumbuh dan berkembang.

 

Dengan misi utama mempersatukan dan memberdayakan umat, ternyata AHAD-Net terus berjalan menjadi sebuah universitas kehidupan. Mengapa? Ternyata untuk mempersatukan perlu memberikan pembelajaran. Bagaimana tidak, bangsa ini terbiasa dikotak-kotakkan oleh penjajah dengan taktik divide et impera selama tiga setengah abad!! Setelah penjajah angkat kaki, secara sadar atau pun tidak, kita sudah terlalu terbiasa mencari perbedaan di antara sesama anak bangsa. Berbeda mazhab serasa berbeda langit dan bumi. Berbeda organisasi menjadi saling memusuhi dan menjatuhkan. Berbeda etnis dan agama, juga menjadikan kita saling berkelahi. Diperkuat lagi dengan tangan-tangan asing yang memang tidak menginginkan kita menjadi bangsa yang kuat.

Dengan niat memberdayakan, apalagi. Bangsa kita juga terlalu terbiasa dijajah sehingga memiliki mental, maaf, rendah diri. Terutama terhadap sesuatu yang datangnya dari Barat. Budaya Barat ditiru habis, walaupun tidak sesuai dengan ajaran agama kita. Begitu menantangnya peran ini, karena kita terbiasa menjadi pegawai dan buruh. Kita memiliki mental untuk disuruh dan diatur. Begitu sulit mendorong umat untuk mandiri, menjadi pedagang dan insan-insan bermotivasi tinggi. Tapi, itulah tantangan dan jalan perjuangan yang diambil oleh AHAD-Net.

 

Uniknya, AHAD-Net tidak memberikan teori, tetapi menyediakan ladang untuk praktek, sekaligus cangkul dan pupuknya. Umat tinggal belajar dengan mencoba mengelola ladang. AHAD-Net tidak mengajari, melainkan mengajak seluruh umat untuk menjadikan diri mereka masing-masing sebagai uswah bagi orang di sekitar mereka. Kita tidak memaksa tetapi menyadarkan umat, bahwa sekarang sudah tiba saatnya bagi kita untuk berubah. Allah SWT tidak akan mengubah nasib kita bila kita tidak mau mengubah diri kita sendiri. Orang lain apalagi. Barat tidak akan memberikan kemenangan kepada kita. Lihatlah berbagai upaya mereka untuk menahan serbuan produk Asia (Jepang, Cina, Korea, Taiwan). Bahkan kalau dapat mereka ingin menjadikan diri kita sebagai bonsai agar tetap kerdil. Dalam waktu relatif singkat AHAD-Net memberikan jalan bagi banyak orang untuk tampil ke depan dan menjadi pilar-pilar keberhasilan dan kemuliaan bangsa.

Alhamdulillah, Universitas Kehidupan AHAD-Net terus melangkah mulus ke depan. Terus maju bagaikan bola salju yang terus menggelinding semakin besar. Apakah para mahasiswanya menyadari atau tidak, bukanlah merupakan sebuah persoalan, karena pada dasarnya, kami mendorong umat untuk menyadari potensi dan kemampuannya. Lalu mencoba, mencoba dan mencoba hingga mereka meraih dan merasakan pengalaman sukses.

 

Sesungguhnya jalan yang ditawarkan AHAD-Net bukan jalan yang sulit. Bahkan dapat dikatakan sangat mudah. Buktinya, mitraniaga dari berbagai latar belakang (ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, pengangguran, tukang ojek, sopir bajaj, karyawan swasta, pegawai negeri, pilot, sopir taksi, tukang pijit keliling) dapat meraih sukses. Kalau pun ada yang belum sukses, hambatan ada di dalam diri para ‘mahasiswa’ alias mitraniaga AHAD-Net itu sendiri. Ada yang menyerah hanya karena ditolak prospeknya. Padahal penolakan itulah vitamin yang akan memperkuat dan menyehatkan dirinya. Ada yang menyerah sebelum melangkah karena mendengar masukan negatif dari orang-orang yang pernah gagal. Padahal dia sendiri mungkin tidak pernah mengalami hal negatif tersebut, dan barangkali dia tinggal selangkah lagi menuju sukses. Dan sesungguhnya, tidak sedikit pula ternyata orang yang terus maju dengan segala keterbatasannya. Dan mereka menjadi pemenang. Mereka menjadi jutawan-jutawan baru.

Mereka menjadi orang yang lebih bermartabat dan mandiri. Mereka menjadi orang-orang yang lebih percaya diri. Terlebih dari itu, mereka sanggup menjadi diri mereka sendiri, karena keberhasilan mereka mengeluarkan segenap potensi yang ada di dalam diri mereka. Lalu mereka menjadi contoh buat orang di sekeliling mereka, tetangga, saudara atau siapa pun yang memiliki kontak dengan mereka. Bila seorang mitraniaga sanggup mempengaruhi ribuan bahkan puluhan ribu orang, maka sesungguhnya hanya bangsa ini hanya memerlukan 220 ribu mitraniaga berkualitas untuk mengubah negeri ini menjadi sebuah negeri yang bermartabat dan memiliki harga diri. Bila mitraniaga berkualitas itu merupakan 10% dari total mitraniaga, berarti hanya dibutuhkan total sekitar 2,2 juta mitraniaga untuk melahirkan 220 ribu ‘pemimpin bangsa’ ini. Semoga AHAD-Net dapat segera memberikan jalan kepada para anak bangsa untuk memberdayakan diri mereka dan memimpin bangsa ini pada tahun-tahun mendatang. AHAD-Net, sebuah universitas kehidupan yang melatih dan mewadahi anak bangsa berjuang membawa bangsa ini keluar dari keterpurukan, bangkit dari ketertindasan. Allahu Akbar. Wallahu a’lam bishshawab.

Oleh H. Ateng Kusnadi, SE., M.Si

2 Tanggapan to “AHAD-NET , Sebuah Universitas Kehidupan”

  1. Kasmat Says:

    Saya anggota ahadnet di palu sulteng

  2. KASMAT Says:

    kirimkan saya berita tentang ahadnet yg terbaru

    admin: untuk informasi terlengkap dan terbaru. bapak langsung saja berkunjung ke website Ahad-Net di http://www.ahadnet.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: