ISRA EKONOMI

Oleh : Drs. Mohamad Hidayat, MBA, MH (DPS PT Ahad-Net Intl (2008-06-24 : 09-35-05) )

Tanggal 27 Rajab 2 tahun sebelum hijrah (thn 577) suatu perjalanan sangat khusus dan suci (rihlah qudsiyyah) dialami Rasulullah SAW. Suatu pengalaman takkan terulang itu memakan route tempuh tak terkirakan. Isra, perjalanan horizontal berjarak 1898 km (Mekah-Madinah-Yerusalem), Mi`raj, perjalanan vertikal hingga “ Sidratil Muntaha “. Sebagian Mufassiriin menyatakan bahwa Isra Mi`raj itu adalah suatu cara Allah menghibur Rasul kekasihNya dari berbagai ujian dan duka cita yang tiada henti (`amul hazn). 

Tidakkah kita cermati. Salah satu pressure yang dialami nabi dan kaum muallaf, sahabat-sahabat beliau, sebelum mi`raj adalah sabotase ekonomi yang dilakukan oleh koalisi Yahudi-Nasrani-Munafik. Mereka (koalisi itu) sangat khawatir dengan bangunan ekonomi yang tengah dirancang Rasulullah, karena akan menjadi saingan (competitor) sistem ekonomi ribawi mereka. Bahkan tidak mustahil akan meruntuhkannya.

Di saat nabi Mi`raj, di waktu yang tidak panjang itu, diantara klip yang sempat dipertunjukkan Allah SWT kepada kekasihNya itu adalah dampak serius dan sanksi bagi pelaku sistem ekonomi ribawi. Nabi SAW sempat bergidik, menyaksikan besarnya azab yang menimpa mereka layaknya seperti orang gila tengah kemasukan syetan (Yaqumul ladzi yatakhobbatuhus syaithon). Karena mereka menyatakan berposisi sebagai musuh Allah dan Rasulnya ( Fa` dzanuu bi harbin minaLLaahi wa rosuulih).

Kita menangkap sangat jelas bahwa Allah tidak redla sistem riba (kapitalistis- zionis) menjadi sistem ekonomi dunia !!! Karena , apabila itu terjadi maka kaum muslimin tidak akan mampu menjadi khalifatullah fil ard, dan khairu ummah yang menjadi rahmat bagi dunia. Tetapi menjadi obyek eksploitasi dan penjajahan elit moneteris yahudi nasrani. Di samping itu sangat jelas bahwa sistem ribawi memiliki platform menghalalkan segala cara, kebebasan tanpa batas, spekulasi , dan kejahatan ekonomi lain yang akan merusak tatanan ekonomi dan menjerumuskan martabat manusia, bahkan akan melahirkan kehancuran hidup dan kehidupan. Dunia mengalami masa fasad. Dan inilah yang sekarang tengah terjadi.

Sesampainya di bumi pun, klip “ adzab pelaku riba “ sangat berbekas dalam ingatan Rasulullah. Jibril pun kemudian menyampaikan “ fax “ Ilahy secara berkesinambung yang terkait dengan hukum , sifat, dampak dan adzab pelaku ribawi. Karena dampak luar biasa yang akan ditimbulkannya maka gencar sekali ayat-ayat tentang riba diturunkan. Disertasi Al Quran menegaskan, pengembangan harta bukan dengan cara ribawi (QS. An Nisa 160-161), Riba adalah model transaksi yang mengexploitasi debitur (QS. Ali Imran 130), transaksi ilegal (QS. An Nisa 39), harus diimbangi dengan perdagangan riil (QS. Al Baqarah 275), keuntungan riba akan hancur (QS. Al Baqarah 276), tinggalkan total, pelakunya adalah musuh Allah dan Rasulnya (QS. Al Baqarah 280).

Kuatnya perintah membangun sistem ekonomi berbasis perdagangan riil, dengan pilar keuntungan bersama, berkeadilan dan beretika segera difollow up Rasulullah SAW. Beliau terjun langsung sebagai pelaku bisnis yang menonjolkan komitmen dan profesionalisme. Akhirnya, dalam waktu singkat bangunan ekonomi Islam serta berbagai model transaksinya sukses menjadi sistem pilihan masyarakat.

Kesuksesaan ini sangat ditunjang oleh personality Rasulullah sebagai “ uswah hasanah “. Ekonomi Islam telah menyebarkan aroma rasa adil dalam masyarakat, hapusnya exploitasi kapitalis / kreditur, terjaganya stabilitas harga , dipenuhi standar mutu barang, hilangnya spekulasi, konglomerasi dan oligopoli. Ekonomi Islam menjadi rahmat bagi semua masyarakat termasuk minoritas Yahudi dan Nasrani pada masa itu. Bahkan sebagian dari hutang-hutang mereka dihapusbukukan oleh kreditur muslimin. Bagaimana dengan sekarang ? Apa yang telah kita lakukan ? Mari kita renungkan, dan segera rancang apa yang harus kita lakukan. Dan mantapkan apa yang telah kita jalankan !Wallahu a`lam bis showaab.

Sumber: http://www.ahadnet.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: