Memilih Kosmetika Aman dan Halal

Kesadaran masyarakat tentang keamanan kosmetika yang digunakannya sudah semakin meningkat sejalan dengan munculnya berbagai kasus dampak penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetika secara terbuka. Akan tetapi, kesadaran masyarakat Muslim untuk memperhatikan kehalalan bahan yang terkandung dalam kosmetika masih sangat rendah.

Kesadaran konsumen yang rendah dengan sendirinya tidak memunculkan tuntutan kepada produsen untuk memperhatikan kehalalan bahan-bahan yang digunakan. Hal ini berkorelasi positif dengan rendahnya minat produsen kosmetika mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal. Beberapa produsen pernah mencoba mendaftarkan diri, akan tetapi perlahan-lahan mundur teratur tidak melanjutkan proses sertifikasi.

Kondisi di atas tentunya menjadikan masyarakat Muslim perlu lebih meningkatkan pengetahuan tentang kehalalan bahan kosmetika agar dapat memilah dan memilih kosmetika yang akan digunakannya. Akan tetapi pengetahuan ternyata tidak cukup untuk menentukan pilihan karena sampai saat ini masih belum banyak produk kosmetika yang mau mencantumkan komposisi bahan penyusun produknya pada label kemasan. Pada umumnya produsen hanya mencantumkan bahan aktif yang digunakan, bahkan masih sangat banyak yang tidak mencantumkan sama sekali.

Menghadapi kenyataan ini, berikut disampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan langkah yang dapat ditempuh dalam memilih kosmetika yang aman dan halal.

Legalitas produk
Pilihlah produk kosmetika yang legal. Hal ini ditunjukkan dengan dicantumkannya nomor pendaftaran di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode pendaftaran untuk produk kosmetika lokal adalah CD, sedangkan untuk produk impor memiliki kode CL. Legalitas produk merupakan hal yang penting sekali diperhatikan karena saat ini di pasaran telah banjir berbagai produk kosmetika dengan penawaran khasiat dan harga yang menarik, tetapi tidak terdaftar secara di BPOM. Produk-produk illegal ini tidak dapat dimintai pertanggungjawaban jika nantinya terjadi efek samping pada pengguna.

Daftar komposisi bahan
Dengan berbekal pengetahuan tentang bahan-bahan kosmetika, konsumen dapat memilih kosmetika mana yang aman dan halal untuk dipakai. Untuk mengetahui hal ini tentunya konsumen perlu mengetahui jenis-jenis bahan yang dikandung dalam produk kosmetika yang akan dipilihnya. Informasi ini dapat diketahui jika produsen dengan jujur mencantumkan daftar bahan yang digunakan pada label kemasan. Sayangnya sampai saat ini masih sangat sedikit produsen yang mau melakukannya. Minimal produsen hanya mencantumkan bahan aktif yang terkandung dalam produknya, sedangkan sebagian besar hanya mencantumkan khasiat tanpa keterangan bahan sama sekali. Menghadapi kondisi seperti ini konsumen harus lebih ulet lagi mencari jalan untuk mendapatkan informasi, atau mencari alternatif produk lain yang lebih informatif.

Nama dan alamat produsen
Nama dan alamat jelas produsen harus jelas tercantum pada label kemasan sehingga konsumen akan mudah mencari informasi dan mengajukan tuntutan jika terjadi hal-hal yang merugikan akibat penggunaan produk yang diproduksinya. Produsen yang baik biasanya mencantumkan nomor khusus untuk pelayanan konsumen serta alamat situs web yang dapat dihubungi. Sebaliknya tidak jarang produsen tidak memberikan alamat kontak, bahkan tidak menyebutkan nama produsen dan alamat sama sekali.

Langkah mencari informasi
Jika komposisi bahan tidak tercantum pada label kemasan, konsumen dapat mencari informasi langsung kepada pihak produsen. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan jika produsen memberikan informasi lengkap alamat layanan konsumen yang dapat dihubungi, baik melalui telepon, fax ataupun email. Berdasarkan pengalaman, produsen agak alergi jika ditanya soal kehalalan bahan yang digunakan. Hal ini mungkin karena halal merupakan isu yang sangat sensitif di Indonesia. Informasi tentang ada tidaknya kandungan bahan hewani dalam produknya biasanya lebih mudah diberikan produsen jika konsumen bertanya tidak dengan alasan halal, melainkan alasan kesehatan, misalnya alergi.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan dan langkah yang dapat ditempuh oleh konsumen dalam mendapatkan informasi tentang keamanan dan kehalalan produk kosmetika yang akan digunakannya. Tidak mudah memang mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Konsumen kosmetika di Indonesia masih sangat miskin informasi dan memerlukan usaha keras dan jalan panjang untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Hal ini hendaknya tidak menyurutkan langkah untuk berusaha agar hak-hak konsumen dalam mendapatkan informasi yang benar dapat terpenuhi. Jika konsumen tidak peduli dengan haknya, maka produsen pun tidak akan pernah tergerak dan merasa tertuntut untuk memberikan hak konsumen. Jadi marilah kita mulai saat ini dan dari kita sendiri.

Muti Arintawati, anggota pengurus dan auditor halal LP POM MUI

6 Tanggapan to “Memilih Kosmetika Aman dan Halal”

  1. yue ajah Says:

    saya tinggal di kota bengkulu, mencari kosmetika halal disini rada susah, coz yg menjual kosmetika hala, ex: wardah, hanya tersedia di satu toko yaitu Asy-syamil.. yg lebih gawatnya lagi produk wardahnya tdk terlalu lengkap..
    mohon untuk distributor kosmetika halal untuk menjamah wilayah bisnisnya ke kota Bengkulu🙂

  2. TRE Says:

    Saat ini sy benar2 bingung memilih kosmetik yg aman. Dari berbagai informasi yang kuperoleh dari media maupun internet, ternyata tidak semua kosmetik yang memiliki ijin dari BPOM/depkes RI aman digunakan dalam jangka waktu tertentu.entah hal tersebut karena adanya pemalsuan produk atau “faktor lain”.hal tersebut didukung oleh pengalaman banyak rekan yang iritasi dan ketergantungan terhadap suatu produk(padahal ada ijin depkes nya). sy sbg salah satu konsumen yg cukup awam dengan dunia farmasi tentunya sulit mendeteksi apakah kosmetika yg dipakai aman apa tidak untuk digunakan. saya yakin sebenarnya masyarakat banyak yang sadar untuk memilih kosmetika yang aman, cuma gak tau bagaimana memperolehnya.Ada yang bisa berbagi gak ya, bagaimana metode sederhana yang bisa diterapkan masyarakat untuk mendeteksi kandungan berbahaya dalam suatu produk (kosmetik/makanan)?bila ada dan bisa dilakukan konsumen sendiri, paling tidak produksi produk berbahaya oleh produsen yang tidak bertanggung jawab dapat berkurang, dan pemerintah tidak begitu capek dan mengeluarkan bayak anggaran lagi utk melakukan sidak.so, gak banyak pihak yang dirugikan. n mohon untuk teman-teman di LSM atau di universitas atau dimanapun yang punya kapasitas dan kepedulian terhadap keamanan konsumen, please dong banyak2 meneliti tentang keamanan produk2 yang beredar di Indonesia. Bukannya gak percaya pada lembaga resmi yang udah ada, tapi kurasa gak ada salahnya to……

  3. bitramindo Says:

    udah pernah denger… kosmetik ristra …?

  4. agenbnethalal Says:

    Numpang promo sekaligus silaturahim yaaa….:-)
    Yang butuh kebutuhan harian, termasuk kosmetik halal, silakan cek blog sederhana kami…
    Jazakumullahu khairan katsiiran

  5. rosi Says:

    di solo wardah banyak d…tp pa wardah j yg punya srtfkt halal?

    • admin Says:

      setahu kami kosmetik yg punya sertifikat halal bukan hanya wardah. ada juga zahra (rangkaian kosmetika halal yg komplet), juga beberapa macam kosmetik satuan seperti sabun herbal, lulur herbal, dll. Jadi silakan memilih🙂.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: