Keunggulan Dirham Sebagai Investasi

Kembali dicetaknya koin pecahan 1 dirham menjadi salah satu alternatif menabung dan berinvestasi bagi masyarakat khususnya ummat Islam di Indonesia. Selain sambutan gembira dengan hadirnya kembali koin perak yang sekitar 7 abad silam sempat mewarnai perdagangan yang adil antara dunia barat dengan dunia timur ini, ada pula pertanyaan seputar keandalan koin dirham perak di banding koin dinar emas. Beberapa poin berikut ini menunjukkan berbagai kesamaan, bahkan kelebihan dirham di banding dinar untuk mewujudkan sistem perdagangan dan investasi yang lebih memenuhi syariah.

Pertama, harga perak memiliki kecenderungan naik seiring dengan kenaikan/fluktuasi harga emas. Tercatat dalam lima tahun terakhir kenaikan harga perak adalah sebagai berikut ini (sumber: www.kitco.com, harga per troy ounce, dalam US$). Tahun 2004 naik dari US$ 6,2995 ke US$ 7,1040 (naik 12,77%), tahun 2005: dari 6,6093 ke 8,6331 (naik 30,62%), tahun 2006: dari 9,1538 ke 13,3605 (naik 45,96%), tahun 2007: dari 12,8389 ke 14,2992 (naik 11,37%), tahun 2008: dari 15,9611 ke 10,2852 (turun 35,56%) dan tahun 2009 (sampai bulan Juni) dari 11,2914 ke 14,0289 (naik 24,24%).

Bandingkan dengan fluktuasi harga emas dalam kurun dan satuan yang sama sebagai berikut ini. Tahun 2004 naik dari US$ 413,99 ke US$ 441,76 (naik 6,71%), tahun 2005: dari 424,15 ke 509,76 (naik 20,18%), tahun 2006: dari 549,86 ke 629,79 (naik 14,54%), tahun 2007: dari 631,17 ke 803,20 (naik 27,26%), tahun 2008: dari 889,60 ke 816,09 (turun 8,26%) dan tahun 2009 (sampai bulan Juni) dari 858,69 ke 928,64 (naik 8,15%). Secara akumulatif kenaikan harga perak dari awal 2004 hingga Juni 2009 adalah 89,40%, sedangkan untuk kurun yang sama kenaikan harga emas hanya 68,57%.  Trend kenaikan harga dirham belum dapat disajikan saat ini karena tidak tersedianya koin dirham dalam hampir empat tahun terakhir. Kenaikan harga perak ini, tentunya juga harga dirham, membuktikan bahwa koin ini sama bagusnya dengan dinar sebagai alat investasi. Hal ini akan menghindarkan gerusan inflasi bagi para pemilik harta, terutama yang masih menyimpan dalam bentuk uang kertas atau media investasi lain yang pertumbuhan nilainya lebih rendah dari angka inflasi tahunan.

Kedua, dirham bisa dipertukarkan dengan dinar, dan sebaliknya, tanpa dikenai perbedaan kurs. Misalnya untuk saat ini PT IMN melalui Master Wakala Nusantara, yang merujuk pada ketentuan World Islamic Trade Organization (WITO), menentukan bahwa 1 dinar sama dengan 40 dirham. Ini artinya bahwa para pemegang 40 koin dirham bila menginginkan untuk mengubah simpanannya menjadi dinar tinggal datang ke wakala dan melakukan penukaran tersebut.  Adanya kurs pertukaran antardua jenis koin ini memberikan kepastian bahwa nilai dirham akan seimbang dengan nilai dinar dalam jumlah tertentu. Selain itu bagi para pemilik dinar jika membutuhkan uang rupiah dalam jumlah sedikit, misalnya 40% dari nilai dinar, maka bisa menukarkan koinnya dengan dengan dirham baru kemudia  merupiahkan beberapa koin dirhamnya, tanpa harus memegang sisa tabungannya dalam rupiah.

Ketiga, dengan harga satuannya yang kecil, maka memungkinkan masyarakat yang selama ini belum bisa menabung dalam uang islam ini untuk mulai menjangkaunya. Jika selama ini ada sebagian masyarakat yang harus menunggu katakanlah tiga bulan sekali untuk mendapatkan satu dinar, maka saat ini bisa dilakukan dengan tiap bulan menabung 13 dirham, atau 3 dirham seminggu. Hal ini telah memberikan kepastian dan kemudahan para peminat tabungan dalam koin Islam ini untuk mendapatkannya kapanpun. Dirham akan mampu menjangkau penggunaan dan pemanfaatan uang Islam ini kepada masyarakat yang jauh lebih luas daripada hanya menggunakan dinar saja.

Keempat, masih terkait dengan harga satuannya yang jauh lebih kecil dari dinar, maka koin ini akan lebih mudah digunakan sebagai alat transaksi. Koin ini akan mampu digunakan untuk transaksi pembelian barang dan jasa pada kisaran Rp 35 ribu seperti pakaian, jasa medis, obat dan kosmetik herbal, dan sebagainya. Koin ini juga akan lebih fleksibel untuk ditransaksikan pada produk yang mendekati satu dinar seperti paket kambing aqiqah yang biasanya mulai dipasarkan dengan harga Rp 900 ribu, bisa diganti menjadi 26 dirham.

Dengan berbagai keunggulan koin pecahan 1 dirham tersebut, maka tiga fungsi utama mata uang yaitu sebagai Alat Tukar (Medium of Exchange), sebagai Penyimpan Nilai (Store of Value) dan sebagai Satuan Perhitungan/Timbangan (Unit of Account) tersebut makin tercermin dalam diri koin perak ini. Maka dengan kembalinya koin pecahan 1 dirham ini diharapkan akan mempercepat terwujudnya transaksi dan investasi yang lebih memenuhi kaidah syariah di Indonesia dan dunia.(by: as’ad nugroho, 1 Juni 2009)

from: dinarfirst.com

About these ads

3 Tanggapan to “Keunggulan Dirham Sebagai Investasi”

  1. husayn Says:

    bismillah,

    dalam dua bulan terakhir, rate tukar dinar telah mengalami peningkatan sebesar 6,5% sebelumnya rp. 1,450,000 saat ini rp. 1,550,000 dan terus berfluktuasi. harga emas per ounce (1 troy ounce = 31.130)mencapai $1,200. bila dilihat secara lebih universal, sistem keuangan finansial tampak semakin mengalami kerapuhan. korea utara telah men-sanering dua digit dari mata uangnya dan beberapa versi keluaran tahun tertentu tidak dianggap berlaku, sehingga banyak uang yang dipegang oleh rakyatnya hanya menjadi kertas tidak berharga.

    raksasa produsen mobil jepang, toyota, memberi peringatan awal bahwa perusahaannya kemungkinan akan mengalami kerugian akibat penguatan yen terhadap dollar, yang berkaitan akan turut berjatuhan juga industri otomotif lainnya. dollar akan segera membanjiri negara-negara berkembang, bila hal ini terjadi, seperti di indonesia, masyarakat kemungkinan akan lebih memilih dollar dibanding rupiah.sistem finansial perbankan akan mengalami guncangan, termasuk juga perbankan ’syariah’ yang tidak terlepas dari sistem ekonomi riba. saat kemelut finansial terjadi, semua orang akan terkena imbasnya, termasuk pengguna dinar emas-dirham perak, bagaimanapun yang berpijak pada pondasi yang lebih kokoh akan relatif lebih aman saat terjadi benturan finansial tadi.

    dinar emas dan dirham perak (ditambah fulus tembaga, yang saat ini belum mulai kita terapkan) tidak bisa berdiri dengan sendirinya. namun yang terjadi saat ini dinar dirham cenderung dimiliki sebagai koin investasi dan sekedar alat tabung. akibatnya pemakainya masih terjebak dalam kerangka pemikiran rate tukar & rate buyback, perbedaan harga antara koin yang didistribusikan oleh provider A B dan C, sekat-sekat distribusi dan kekakuan yang menghambat peredaran dinar-dirham untuk beredar secara luas dan luwes. contoh yang terjadi misalnya, seseorang menukar dinar di provider A kemudian akan dirupiahkan di provider C, maka rate buybacknya yang biasanya 4% untuk dinar menjadi 8, 10 atau 12. contoh lain, karena harga emas berfluktuasi tinggi, maka rate buyback yang biasanya sebesar 4% berubah menjadi 5, 6 atau 7%. kebijakan ini tentunya akan mengendurkan minat masyarakat untuk beralih pada dinar-dirham, sudah semestinya kita mempermudah dan bukan mempersulit dan merugikan masyarakat dengan dalih edukasi atau menjaga niat pengguna dari spekulasi. secara real, untuk berspekulasi dalam dinar-dirham sangat beresiko dan memakan waktu yang terlalu lama.

    untuk berspekulasi dalam emas, akan lebih mudah dan menguntungkan bila pembeli emas membeli emas batangan pecahan 100 gram keluaran pt logam mulia di toko mas (syarat: di jakarta dan membeli di toko mas, bukan di counter logam mulia) karena harga belinya yang murah (selisih rp 3000-8000 dari rate logam mulia) dan harga buyback yang tidak terlalu mahal (selisih rp 2000-3000 dari harga jual) jadi untuk menerapkan kebijakan yang memberatkan pengguna dinar-dirham sama dengan menghambat laju restorasi muamalah.

    persoalan tadi terjadi karena belum ada saluran untuk menggunakan koin nuqud (dinar emas & dirham perak) dalam terapan muamalah real. maka tahap lanjut setelah pengenalan dinar-dirham sebagai media nishab zakat dan solusi untuk meninggalkan riba uang kertas adalah pasar islam terbuka, di mana masyarakat, muslim khususnya, akan dibiasakan untuk menggunakan nuqud sebagai sarana transaksi dalam muamalah real harian. efek langsungnya adalah, pemilik nuqud tidak lagi melihat berapa rupiah rate koin nuqud saat yang bersangkutan akan membeli atau membayar suatu barang/jasa, melainkan bisa langsung dibayarkan tanpa mediasi uang kertas, maka pemilik koin tidak lagi perlu melihat berapa rupiah rate dinar-dirham saat ini kalau perlu di-kertas-kan. transaksi komoditas ke komoditas.

    saat ini, pasar islam terbuka yang sudah mulai dirintis dan berjalan adalah pasar islam jumat-sabtu di kompleks mesjid Salman ITB bandung, dengan koordinatornya bapak Thorik Gunara beliau juga mendirikan gilda (guild, paguyuban) pedagang yang menjadi cikal bakal kembalinya kafilah atau karavan dagang, insyallah. anggota yang bergabung dalam gilda pedagang Salman ini sekitar 70 orang, seluruhnya pedagang aktif dan ‘professional’ dalam artian memang kesehariannya memberi nafkah keluarganya dari berdagang. seperti sabda Rasulullah, sallallahu alayhi wa sallam, bahwa sembilan dari sepuluh pemasukan Muslimin adalah melalui perdagangan. para pedagang ini telah memahami bahwa hak-hak para pedaganglah yang telah dirampas saat ini oleh para bankir, karena semestinya pedaganglah yang mendapatkan kedudukan mulia di masyarakat sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi, sallallahu alayhi wa sallam.

    para pedagang ini telah mulai membandrol harga dagangannya umumnya dalam dirham, berdagang dan bermuamalah dibekali dengan pengajaran fiqh (mengambil fiqh dari madzhab imam Syafi’i) dan kesan yang umumnya dirasakan saat melakukan transaksi adalah berbeda dengan pedagang-pedagang lain, ‘aura’ islamnya lebih melekat.sekat perbedaan produsen koin mulai dikikis karena semua koin dapat dipergunakan untuk ditransaksikan di dalam pasar.

    liputan perkembangan dinar-dirham dan pasar islam bisa dilihat di:

    http://www.dinarfirst.com

    http://www.islamhariini.org

    http://www.islamhariini.wordpress.com

    semoga Allah memberi kemenangan pada hamba-hambanya yang tulus, amin.

  2. husayn Says:

    01.12.2009 Keunggulan Koin Emas Menarik Perhatian Pemerintah Amerika

    Terjual Habis

    Koin-koin American Eagle dinyatakan telah terjual habis dan sementara ini belum siap edar kembali dikarenakan permintaan yang kuat. Pesan ini mungkin terdengar bertentangan namun inilah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh US Mint yang memberhentikan secara keseluruhan penjualan koin-koin emasnya. Pada bulan November, diperkirakan sejumlah 124,000 ounce koin Gold Eagle ( 1 troy ounce emas adalah 31,103 gram ) telah terjual. Menurut seorang tokoh resminya, sejumlah 115,500 ounce telah terjual pada bulan Oktober dan September.

    Ironisnya , di negeri kelahiran kapitalisme yang mengklaim berada dibawah pengaruh hukum penawaran dan permintaan, cadangannya sama sekali tidak tersedia, paling tidak terkait koin emas. Dalam pernyataan resminya, Mint (pabrik percetakan koin)pemerintah Amerika menyatakan bahwa mereka tidak dapat lagi menyediakan suplai karena permintaan yang terlalu tinggi. Alasannya: terkait kenaikan harga emas dalam beberapa minggu terakhir akibat diborong oleh para pembeli yang tidak dapat mereka hindarkan. Persediaan diperkirakan telah habis terkuras.

    “Terkait permintaan koin American Eagle yang tidak diperkirakan sebelumnya, cadangan emas telah habis. Dengan demikian sementara ini kami memberhentikan penjualan koin-koin ini” demikian menurut memorandum yang disampaikan oleh US Mint kepada para penyalurnya. Proses ini juga tidak sepi dari lelucon di mata orang dalamnya, tidak lagi menanyakan apakah mereka masih akan mencetak koin negara, lebih dari itu, tampaknya mereka tidak lagi berkeinginan untuk kembali mencetak dan mengedarkan koin-koin emas lagi.Beberapa saat sebelumnya, percetakan negara membantah penghentian produksi dikarenakan pemborongan masal produk oleh pembeli karena harga emas sempat turun tajam. Saat ini dinyatakan secara resmi bahwa produksi terhenti sama sekali karena harga emas yang sangat tinggi. Alasan ini tampak sangat konyol. Masih menurut orang dalam, sangat terlihat jelas bahwa US Mint ingin agar rakyat Amerika kehilangan peluang untuk mendapatkan koin-koin emas.

    Koin-koin American Eagle bagi setiap warga negara Amerika adalah perlambang kekuatan daya beli. Setiap orang mengetahui koin ini. Tidak seperti yang terjadi di Eropa, di dalam negeri Amerika koin emas asing relatif tidak dikenal karena percetakan negara selalu menutupi segala yang diperlukan. Karena percetakan negara hanya menghentikan penjualannya, bukan pencetakannya,yang menjadi pertanyaan adalah kemana perginya koin-koin yang diproduksi pergi? Tampaknya, US Mint ingin secara resmi melakukan penjualan kembali pada pertengahan . Namun akan melahirkan pertanyaan baru lainnya: untuk berapa lama?

    Terjemahan dari http://muslim-affairs.com/?id=862


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: