Syukur Nikmat

Dalam suatu kesempatan ta’lim, Luqman menyodorkan resep sederhana yang lain kalau nikmat mau ditambah, yaitu syukur nikmat.

Syahdan, ada sebuah cerita hikmah, Nasruddin didatangi malaikat. Lalu malaikat ini berkata pada kepadanya, “Nasrudin, Tuhan berbaik hati kepadamu, memberikan tiga pilihan yang harus kamu pilih satu di antara tiga pilihan tersebut…” Baca entri selengkapnya »

Waktu Terbaik Seorang Hamba

Sebaik-baik saat dalam hidup kita adalah saat dimana kita merasa sangat membutuhkan Allah. Ketika kita merasa tidak berdaya, tidak berarti apa-apa. Sesungguhnya, itulah saat terbaik seorang hamba. Baca entri selengkapnya »

Pembagian Rezeki

Bila kita mencoba untuk sedikit merenungi tentang rezeki, maka rezeki itu setidaknya ada tiga macam.

Rezeki yang dijamin

Rezeki yang dijamin yaitu penguat tubuh. Adakah diantara pembaca yang pernah tidak makan 2 hari saja? Insya Allah, walaupun mungkin ada yang hanya satu atau dua kali sehari dengan lauk seadanya, tetapi kita masih bisa memenuhi kebutuhan akan pangan. Perhatikan pula, ketika seseorang diopname karena sakit dan dia tidak bisa makan sendiri, ternyata ada saja yang menyuapinya. Entah itu perawat atau keluarganya. Kalaupun sama sekali tidak mampu mengunyah, pasti dokter akan memberinya infus. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan. 1 Komentar »

Kehalalan Obat, 99 Persen Dokter Tidak Tahu

Apa jadinya jika dokter sebagai pihak yang paling bertanggung jawab tidak tahu status kehalalan obat-obatan? Kecemasan pasien kini bertambah satu lagi. Selain cemas karena sakit dan harga obat yang terus melambung, kini kita harus dipusingkan dengan status kehalalan obat-obatan. Beberapa obat memang mencantumkan dengan jelas sumber bahannya. Misalnya pada obat LOVENOX buatan Aventis yang menuliskan “bersumber babi” pada kemasannya. Obat tersebut merupakan hepharin (berfungsi mengencerkan darah) yang dipakai bagi penderita penyakit jantung. Namun sayangnya obat yang dipakai dengan cara disuntikkan itu hanya menginformasikannya pada kemasan luar.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Info Halal. 1 Komentar »

Iman dan Harapan

 

Orang yang beriman kepada Allah adalah orang kuat. Atau begitulah seharusnya. Kuat batin dan jiwanya, sehingga dia tidak pernah gentar menghadapi hidup dengan berbagai cobaannya ini. Kekuatan orang yang beriman diperoleh karena harapan kepada Allah. Dia tidak mudah putus asa. Karena dia yakin bahwa Allah selalu menyertainya. Seperti difirmankan, “Dia (Allah) beserta kamu di mana pun kamu berada, dan Allah Maha Teliti akan segala sesuatu yang kamu kerjakan” (QS Al-Hadiid/57:4), dan firman-Nya, ”Maka kemanapun kamu menghadap, maka disanalah wajah Allah” (QS Al-Baqarah/2:115). Karena itu, dengan penuh sikap menyadarkan diri (tawakal) kepada Allah, orang yang beriman yakin dia tidak maju menghadapi tantangan hidup ini sendirian. Cukuplah Allah baginya, karena Allah sebaik-baik al-Wakiil, “Tempat Bersandar.”

Baca entri selengkapnya »